Awal Yang Berbeda

Published November 29, 2011 by arifrahmanaang

Disaat santai malam itu ku memilih tuk menyendiri melihat bintang dari jendela kamar, namun tiba-tiba ku ingat ayah dan ibu, aku tersenyum sendiri ketika mengingat kembali ketika mereka bercerita tentang kelahiran ku di malam yang begitu ramai dan riuh serta kepanikan.
Semua orang sibuk malam itu, ada yang sibuk dengan acara muda-mudi, ada yang mempersiapkan kembang api, dan mempersiapkan pesta yang indah tuk menyambut tahun baru. Tapi hal itu tampak berbeda pada sebuah rumah yang terlihat gelap tanpa ada lampu penerangan, yang ada hanya lampu “taplok” (lampu minyak tanah). Suasana dirumah itu riuh dan sibuk, ada yang berlari kesana-kesini, ada yang mondar mandir seperti orang yang mencari sesuatu yang hilang, ada yang berteriak dan ada yang memerintah yang lain dengan suara yang terburu-buru serta nafas yang terengah-engah, kalian tahu apa yang sedang terjadi di rumah itu kawan? Hemm.. tentu kalian tak tahukan. Malam itu semua orang penghuni rumah dan seluruh keluarga besar berdoa serta berharap Ibu yang hamil itu bisa melahirkan dengan selamat. Ibu itu hamil dengan tubuh yang agak kurus dan pada malam itu tubuhnya sedang lemah, tapi tiba-tiba saja anak yang “nakal” (karena nendang-nendang perut emak) mau keluar mungkin telah bosan dalam ruangan yang sempit itu, sehingga malam itu semua orang direpotkan. Seorang laki-laki paroh baya keluar rumah dengan sigap dan membawa sepeda “ontel” dan dipacunya sepeda itu dengan cepat tanpa menghiraukan sapaan orang lain. Akhirnya samapi juga pada sebuah rumah yang sangat kecil yang didepannya tertulis “Dukun Beranak”.
“ Assalamu’alaykum mak..”
“mak emak mak bayang buka pintu mak.
“walaykumsalam..”
“siapa diluar?”
“saya mak, Yakub”
“oo.. kamu toh”
“ayo masuk nak yakub.“ada perlu apa kamu kemari?”
“aduh mak, penjelasannya nanti saja” sekarang kerumah dulu ya mak” (sambil menarik tangan mak bayang) suaranya serak dan terengah-engah.”
“eehhh….hhh.. nanti dulu”
“emangnya ada apa buru-buru?”
“gak baik kalau terburu buru”
“Istri saya mau melahirkan mak”
“ooo.. Istri kamu (masih santai, lalu menoleh ke yakub) mau…, (lalu terkejut) Apa.?”
“Ayo segera kita kesana,” (tanpa mempedulikan lagi rumahnya)
Mak bayang dibawa dengan cepat melaju bersama sepeda “ontel” kesayangannya.
“Yakub.. lebih cepat lagi…! Kasuhan istrimu yang sudah lemah saat hamil itu”
“baik mak
Sepeda ontel dipacu lebih cepat lagi
Hingga sampai dirumah, “mana istrimu..” “minggir semuanya”
“Yakub.. ambil air panas, kain dan es batu ya”
“es batu ambil dimana mak?”
“cari aja sampai dapat” perintah mak bayang
“jangan terlalu banyak orang dalam kamar ini” panas nanti ibunya gerah”
“cukup saya dan mbak ini saja disini”
“yang lain berdoa saja diluar”

Malam itu pukul 01:35, suara mak bayang dikalahkan oleh suara petasan dan music pesta. Hingga akhirnya terdengar bunyi petasan yang sangat kencang dan diikuti dengan tangisan suaranya imut yang telah ditunggu oleh semua orang yang ada didalam ruangan itu,
“alhamdulillah..”
“bayinya lai-laki, lahirnya ditahun baru ya”
“semua orang merayakannya” kata mak bayang
“mak yakin anak ini bakal jadi orang yang ‘hebat’ nanti”
“lahirnya aja dirayakan oleh orang banyak” bahkan seluruh dunia malam ini”
“yakub.., ini anakmu, adzankan dia”
Lalu bayi itu pun diadzankan, dengan hati yang sangat terharu dan senang ayahnya mengadzankan anak yang baru saja diberikan Allah pada keluarganya.
Setelah selesai mengadzankan, lalu Ayah berkata “ Nak.., semoga kau menjadi orang yang diingat oleh dunia akan jasamu nantinya” atau di keluarga besar kita” kau tau kawan? ayah berkata itu dengan lirih dan penuh harapan. Setelah itu keluarga pun datang satu persatu melihat bayi yang mungil itu dan semua tampak senang dan bahagia, hal itu dinilai dari rawut wajah, tatapan dan senyum mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: