Penasaran Yang Amat Dalam

Published September 23, 2012 by arifrahmanaang

“byurrrr…” terdengar suara air sungai didepan rumah yang sederhana itu, seperti ada yang terjatuh ke sungai. Pagi itu memang berbeda dengan pagi hari biasa, tak biasanya pukul 05an ada yang membuat air berombak kencang.
“Katua.. (panggilan sayang ibu terhadap ayah), ada apa disungai depan rumah?”
“tolong lihat dulu, mungkin anak orang jatuh sedang berlari atau jatuh pakai sepeda”
“lah emak, tak mungkin ada anak orang pagi-pagi seperti ini beraktivitas dikampung kita”
“kecuali orang tua/petani yang kesawah, tapi tak mungkin mereka jatuh”
Tiba-tiba dari luar masuk seorang anak dengan badan dan baju yang basah berlari masuk kedalam rumah dengan gesit sambil mengucapkan salam
“Assalamu’alaykum, mak, Yah”
“walaykumslam” (ayah dan emak menjawab hampir bersamaan dan heran)
“uhhhfff…. dingin” (sambil mengigil)
“Nak,dari mana kamu pagi-pagi begini?” Tanya ayah
“Mandi yah”
(Ayah dan emak saling tatap dan heran)
“tumben, kamu mau kemana?”
“Mbo ndak (aku mau) kesekolah”
Ternyata rasa penasaran yang amat dalam terhadap sekolah dan apa saja yang dilakukan orng-orang disekolah telah membuat anak itu rela mandi pagi-pagi di air yang dingin.
“sekolah.?” Tanya emak
“Iya mak, mbo ndak ikut dengan orang-orang yang pakai baju putih-merah”
“Nak, kamu itu belum cukup umur. Empat tahun aja umur kamu belum genap” kata emak.
Dilanjutkan oleh ayah “iya, kamu masih terlalu kecil dan kamu juga belum TK”
“tapi mbo ndak ikut yah,,, mak” (sambil merengek)
“Dedek (panggilan sayang emak terhadap anaknya) mau kesekolah dengan siapa? Emang ada teman dedek yang udah sekolah?” Tanya emak
“dedek mau ikut kakak itu aja”
“emang dedek udah bilang ama kakaknya?” lagian sekolahnya lumayan jauh loh, dedek mau jalan ama kakaknya? nanti dedek kecapaian loh.”
“dedek jalan aja ama kakaknya, dedek mau tahu orang-orang ngapain aja disekolah”
“nak, sekolahnya tahun depaan aja ya” kata ayah
“ga mau, dedek harus hari ini” (sambil menarik tangan ayahnya keluar rumah)
“yah, biarkan aja. Antar gih anak kita kesekolah” (kata emak)
“jarang loh yah anak orang kampung sini semangat mau sekolah seperti itu” (sambil menyaipkan sarapan dan bekal untuk dibawa kesekolah)
“anak kampung sini malah susah kalau disuruh sekolah ama orang tuanya”
“emak gimana sih, anak kita masih kecil. Ayah takut dia kenapa-napa disekolah”
“emak taukan anak-anak sini itu nakal-nakal”
“pokoknya ayah ga mau ngantar biar dedek ga kesekolah” (tanpa didengar oleh dedek)
“mak. Bujuk dong anak kita, bilang ayah akan kasih jajan yang banyak”
“tapi emak mau loh dedek sekolah”
“tapi bukan sekarang mak” jawab ayah
“Ya udah kalau gitu”
“dek…. Dedek.. sarapan dulu nih, mak udah bikin makanan kesukaan kamu nih”
“dedeekk..” (sambil berjalan keluar rumah)
“nanti dikasih jajan ama ayah” (sambil melihat dimana anaknya)
Dedek tak terlihat dimana, yang ada hanya tetangga yaitu Bu Dar yang sedang menyapu halaman rumah, lalu emak bertanya
“Dar, lihat dedek ga?”
“tadi dedek pergi dengan bayu, katanya mau sekolah” jawab Bu Dar
Emak berlari masuk kedalam rumah, lalu..
“yah, dedek udah pergi kesekolah ama Bayu” susul yah.
“nih makanannya bawa aja, biarkan aja dia sekolah”
“aduh.. tuh anak kalau udah punya kemauan susah dah, bakal dilakuin aja walau sendiri” kata ayah
“eeppppss, Ayah juga gitukan, sifat orang tuanya mau turum sama siapa lagi kalau bukan sama anaknya”
“air hujan jatuhnya dicucuran juga” sahut emak
“tapi bagus donk yah, itu kemauan yang kuat namanya”
“ya udah kalau begitu, bakal ayah susul tuh anak”
“udah sampai mana dedek tadi mak?”
“mak ga tau, ayah susul aja pakai sepeda”
Ayah keluar dan mengayuh sepedanya yang sudah “antik”, sepeda yang pernah digunakannya ketika menjemput mak Bayang ketika anak itu lahir.
sekolah lainnya. Lalu ayah mendekati mereka dan berhenti
“dedek, pergi ga ngomong dulu ama orang tua, tu mak mu dah bingung mikirin kamu dirumah, kan pernah dibilang ama emak, kalau mau keluar rumah pamit dulu”
“habis ayah ga boleh dedek sekolah, makanya dedek pergi aja ama bang bayu dan kawan-kawannya”
Lalu Bayu langsung berkata “saya udah bilang ama dedek pak, jangan ikut, ehh. Tapi dia malah maksa mau ikut”
“oo.. gitu, ya udah ayo naik biar, ayah antar kesekolah”
“asyik…., ayo bang bayu naik, kita diantar”
“ayo bayu, naik kesepeda biar bapak antar, pegang dedek ya”.
Akhirnya sampai juga disekolah, bapak langsung mengantar dedek keruangan dan berbicara dengan guru yang ada dikelas itu. Setelah itu ayah mendekati dedek “dek, kalau dikelas jangan ribut ya.. dengarkan apa yang dibilang Bu guru”.
“o ya, ini makanan untuk kamu, emak udah bikin khusus tuk anaknya yang satu ini” (ayah sambil mencubit manja pipi dedek). “ayah pergi dulu ya, jangan nakal, nanti siang ayah jemput lagi”.
Akhirnya bel masuk pun berbunyi, semua murid masuk ke kelas. Bu guru masuk kelas sambil tersenyum Bu guru mengatakan “assalmu’alaykum murid-murid, apa kabar?”
“sehat Bu”
“Alhamdulillah”
Lalu seserang yang saya rasa badanya paling besar dan gemuk dikelas itu berdiri dan berteriak “ Berdiri…! Beri salam..!”
“Assalamualaykum Bu”
“walaykumsalam murid-murid”
Lalu Bu guru bicara “sebelum kita mulai belajar, Ibu mau teman baru kita memperkenalkan diri dulu”
“ucapkan selamat dating kepada temanya donk”
“selamat datang teman baru” (murid-murid serentak mengucapkannya)
“ayo maju. Ga usah malu-malu”
“ayo,, tadi ayah kamu bilang kamu anak yang berani” kata bu guru
lalu anak itu pun maju dan memperkenalkan diri. “nama saya Arif Rahman Hakim”
“apa lagi Bu?”
“katakan apa saja yang kamu ingin katakana agar teman-teman kamu lebih kenal dengan kamu”
“seperti nama panggilan, anak ke”
Akhirnya anak itu pun menjelaskannya sesuai yang dikatakan Bu guru dan yang ditanyakan teman-teman kelasnya. Haripun semakin siang dan bel pulang pun berbunyi semua murid gembira, tetapi anak itu diam entah apa yang ada dalam pikirannya. Ketika keluar dari kelas ternyata ayah sudah menunggu diluar menunggu tuk menjemputnya pulang. Ketika besar kuingat lagi kisah ini ternyata orang tua sangat mencintai ku dan tak ingin hal yang buruk terjadi pada ku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: